Aksara Jawa
Contoh Penggunaan Pasangan Aksara Jawa
Aksara Swara
Sandangan Aksara Swara
Setelah mengenal apa itu aksara Swara, penting untuk diulas mengenai sandangan aksara Swara karena ternyata banyak orang yang kebingungan membedakan antara aksara Swara dengan sandangan.
Sandangan merupakan bentuk huruf vokal yang tidak mandiri dan digunakan ketika berada di bagian tengah dari kata. Sedanghkan di dalam sandangan akan dibedakan berdasar pada cara membacanya.
Untuk aksara Swara ini juga tidak sama dengan jenis aksara-aksara yang lain. Ia juga dilengkapi dengan pasangan. Aksara Swara juga memiliki beberapa aturan penulisan yang penting untuk diperhatikan. Berikut rinciannya:
- Aksara Swara tidak bisa dijadikan sebagai bentuk aksara pasangan.
- Apabila aksara Swara menemukan sigegan atau konsonan yang ada pada akhir suku kata yang sebelumnya, maka sigegan itu harus dimatikan dengan yang namanya pangkon.
- Aksara Swara bisa diberikan suatu sandangan wignyan, cecak, wulu, suku, dan lain sebagainya.
Aksara Wilangan
Adapun pengertian dari aksara wilangan atau yang dikenal dengan bilangan merupakan sebuah aksara yang dipakai untuk menulis jenis angka di dalam aksara Jawa.
Angka sendiri digunakan untuk menyatakan suatu lambang bilangan atau nomor. Angka di sini bisa berjenis ukuran, luas, berat, panjang, nilai uang, satuan waktu dan lain sebagainya. Berbagai jenis kuantitas penulisan angka ini dilakukan dengan mengapitkan tanda yang ada pada pangkat pada bagian awal serta akhir dari penulisan angka.
Untuk penulisan satuan di dalam sebuah bilangan, satuan tersebut bisa ditulis di dalam bentuk kata lengkapnya. Misalnya saja kilometer, meter, kilogram dan lain sebagainya.
Tanda Baca Aksara Jawa
Aksara Jawa sendiri memiliki beberapa macam bunyi yang berbeda saat diucapkan. Hal itu tergantung pada masing-masing kata yang ditulis memakai aksara tersebut.
Misalnya saja a bisa dibaca a pada jenis kata papat dan bisa juga dibaca a pada kata lara. Aturan tersebut juga diberlakukan pada bunyi e yang memiliki beberapa varian bunyi di dalam pengucapannya.
Di dalam hanacaraka sendiri, ada beberapa tanda baca di dalam penulisan aksara tersebut. Di dalam perangkat lunak, ada empat buah tanda baca yang perlu diketahui.
- Pada adeg-adeg
Yang digunakan pada adeg-adeg adalah di bagian depan kalimat di masing-masing alineanya.
- Pada adeg
Untuk pada adeg ini digunakan untuk menandakan bagian yang tertentu pada sebuah teks yang perlu untuk diperhatikan, untuk hal ini hampir sama dengan jenis tanda baca kurung.
- Pada lingsa
Adapun pada lingsa sendiri digunakan di akhir bagian kalimat sebagai sebuah tanda intonasi yang masih setengah selesai. Tanda ini setara atau sesuai dengan tanda koma.
- Pada lungsi
Selanjutnya adalah pada lungsi yang digunakan pada akhir sebuah kalimat. Tanda baca satu ini sangat setara dengan tanda titik.
- Pada pangkat
Pangkat ini memiliki beberapa fungsi di dalamnya. DI antaranya adalah untuk akhir pernyataan lengkap apabila diikuti dengan beberapa jenis rangkaian. Selain itu juga digunakan untuk pangkat yang mengapit suatu petikan langsung.
Komentar
Posting Komentar